Pages

Selasa, 08 Desember 2009

57 Pria Asia Mengaku Tak Puas Bercinta


Survei APSHOW (Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness) yang dilakukan pada 2008 menunjukkan 57 % pria dan 64% wanita tidak puas dalam berhubungan seksual dengan pasangannya. Salah satu penyebabnya adalah masalah disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi adalah kondisi saat pria tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual. Setiap pria memiliki risiko terkena disfungsi ereksi. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit jantung, diabetes, kolesterol tinggi dan mengalami depresi.

Lalu, bagaimana mengukur atau mengetahui apakah seorang pria mengalami disfungsi ereksi atau tidak ?

Inggris Buat Pembangkit Energi Tenaga Mayat


Panas yang dipancarkan mesin pembakar mayat di krematorium mampu menghasilkan energi untuk memasok listrik. Sejumlah ahli dari East Sussex, Inggris, melakukan penelitian untuk memanfaatkan panas tersebut.

"Energi yang kami daur ulang bukan berasal dari mayatnya, tapi dari mesin pembakarnya," kata manajer humas dewan kota, Peter Mead, seperti dikutip dari laman Telegraph, Selasa, 8 Desember 2009.

Peter mengatakan, mesin pembakaran mayat membutuhkan energi yang sangat besar. Sebab itu, strategi daur ulang penting dilakukan untuk penghematan. Energi yang tercipta akan difungsikan untuk membangkitkan generator. "Yang nantinya bisa untuk memasok energi listrik," ujarnya.

Daur ulang energi di krematorium juga pernah digagas pejabat kota di Taipe, Taiwan. Mereka berencana menggunakan energi dari mesin pembakar mayat untuk memasok listrik ke mesin pendingin atau AC. Namun, hal tersebut menuai kontra dari masyarakat.

"Saya kagum dengan ide kreatif itu, tapi bagaimana dengan keluarga yang berduka. Sungguh mengerikan menikmati dinginnya AC yang tercipta dari hasil pembakaran jenazah keluarganya," kata Chuang Ruei-hsiung, anggota dewan setempat.

Senin, 30 November 2009

5 Ponsel Pintar Terbaik Dunia

Ada banyak ponsel pintar di dunia saat ini yang punya kemampuan begitu hebat. Namun jika hanya lima saja yang dianggap layak masuk katagori terbaik, apa saja alasannya, dan mengapa?

Simak jawabannya dalam review yang disarikan dari Cnet berikut ini:

PlayStation Portable untuk Belajar di Laut


Angkatan Laut Kerajaan Inggris membagikan PlayStation Portabel pada para pelaut agar mereka bisa tetap belajar meski sedang berlayar di lautan. Para pelaut bisa menggunakan PlayStation Portable (PSP) tersebut untuk membaca dan mendengarkan pelajaran jarak jauh dan berlatih tes on-screen.

Alat hiburan yang tiap unitnya berharga sekitar 120 poundsterling atau sekitar 1,9 juta rupiah tersebut bisa menangani dua tantangan utama dalam dunia pendidikan, yakni pelatihan di lapangan dan pembelajaran jarak jauh. Meski kapal sedang terguncang badai, pelaut masih bisa mengerjakan soal matematika dan menyegarkan fisik mereka dari tempat tidur khusus mereka (bunk).

iPhone Termahal Seharga Rp 30 Miliar


Smartphone atau ponsel pintar berharga mahal, itu biasa. Tapi, kalau harganya mencapai US$ 3,2 juta atau setara Rp 30,1 miliar per unitnya, ini sungguh luar biasa.

Adalah Apple iPhone yang dirancang khusus oleh ahli perhiasan asal Inggris, Stuart Hughes, yang menjadi smartphone termahal. Dengan mengadopsi emas murni (solid) sebagai pelapisnya. Hughes mengaku, iPhone milyaran rupiah ini telah menyita 10 bulan waktunya.

Ponsel Jadi Alat Belajar Siswa SMA

Para siswa di sebuah sekolah menengah atas di Wesley Chapel, kawasan pinggiran Florida, Amerika Serikat (AS), mulai meninggalkan cara belajar konvensional. Mereka beralih ke pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas telepon selular.

Sebagai contoh misalnya dalam kelas bahasa Spanyol di SMA Wiregrass Ranch. Seorang pengajar, Ariana Leonard, meminta murid-muridnya mengeluarkan telepon selular masing-masing.

“Keluarkan telepon selular kalian,” kata Leonard dalam bahasa Spanyol. Anak-anak remaja itu kemudian mengeluarkan beraneka jenis telepon genggam berbagai warna, mulai dari telepon model flip, iPhones, dan SideKicks.

Siswa kemudian dibagi dalam beberapa kelompok, lalu Leonard mengirimkan pesan singkat (SMS) dalam bahasa Spanyol. Misalnya ‘Temukan suatu benda berwarna hijau’ atau ‘Pergi ke kafetaria’ atau misalnya ‘Berfotolah bersama sekretaris sekolah’.

SMA Wiregrass Ranch berusaha meninggalkan kebijakan tradisional mengenai larangan memakai telepon, dan mensinergikan ponsel ke dalam pelajaran di sekolah. Catatan pelajaran disalin menggunakan kamera ponsel dan pesan SMS digunakan sebagai pengingat pekerjaan rumah.

“Saya bisa menggunakan telepon selular saya untuk banyak hal, kenapa saya tidak bisa menggunakannya untuk tujuan pembelajaran?” kata Leonard seperti dikutip dari Cellular News, 30 November 2009. “Berikan mereka sesuatu (perangkat mobile) yang biasa mereka gunakan setiap hari untuk bersenang-senang, lalu berikan cara lain untuk belajar di luar ruang kelas dengan perangkat itu,” lanjutnya.

Menurut survei oleh Pew Internet & American Life Project, 71 persen remaja memiliki telepon seluler pada awal 2008. Persentase itu relatif stabil tanpa memandang faktor ras, pendapatan, atau demografi. Sedangkan banyak sekolah baru memiliki teknologi rendah dibandingkan rumah-rumah yang dilengkapi jaringan internet dan sebuah smartphone bagi tiap anggota keluarga.

Jimbo Lamb, guru matematika di Cleona School District, Pennsylvania, membuat murid-muridnya harus menggunakan telepon selular untuk menjawab pertanyaan yang dia pajang di sebuah jajak pendapat di internet.

Dengan waktu singkat, Lamb bisa mengetahui berapa banyak siswa yang memahami pelajaran yang dia berikan. “Ini adalah teknologi yang membantu kita lebih produktif,” ucap Lamb.